Tuesday, September 3, 2013

Mengenal Adobe Photoshop

0 comments

Mengenal Adobe Photoshop

Apa itu Photoshop? Adobe Photoshop adalah perangkat lunak editor citra bitmap buatan Adobe Systems yang dikhususkan untuk pengeditan foto / gambar dan pembuatan efek. Perangkat lunak ini banyak digunakan oleh fotografer digital dan perusahaan iklan sehingga dianggap sebagai pemimpin pasar (market leader) untuk perangkat lunak pengolah gambar / foto. Versi keempat belas dari produk ini adalah Adobe Photoshop CC. (id/wiki)

Versi resmi dari Photoshop tersedia untuk platform Microsoft Windows dan Mac.

An Introduction to Adobe Photoshop
Original image by freerangestock.com

Tampilan Photoshop


Saat membuka aplikasi Photoshop untuk pertama kali, Anda akan dihadapkan tampilan seperti pada gambar berikut *) :

Photoshop Work Area
Tampilan Adobe Photoshop di Mac (Klik untuk Memperbesar)
 
Pada dasarnya, area kerja aplikasi Photoshop terdiri dari beberapa komponen, antara lain :

  1. Tools Panel : Berisi perkakas atau peralatan yang diperlukan untuk melakukan manipulasi gambar dan editing objek di Document Window. Bisa juga diakses dengan menggunakan Shortcut (tombol jalan pintas).
  2. Panels : Adalah kotak di area kanan yang memuat tab colors, adjustment, layers, dsb. (versi Photoshop terdahulu dikenal dengan sebutan Pallete). Tabs yang muncul dapat diakses melalui menu Window. Dapat juga ditarik keluar dari area kanan dengan men-drag tab keluar (undock).
  3. Option Bar : Baris yang memuat kustomasi atau pengaturan dari fungsi editing yang sedang kita kerjakan. Tampilan bar dapat berubah menyesuaikan fungsi yang digunakan.
  4. Document Window : Jendela yang menampilkan dokumen berupa objek, gambar dan apapun yang sedang kita  kerjakan.
  5. Document Tabs : Berupa kotak persegi panjang yang berfungsi sebagai pengendali Document Window. (menutup, memindah atau menggeser ke kiri-kanan, serta undock)
  6. Zoom Level : Menampilkan informasi seberapa besar / kecil dokumen yang tampil di area kerja Photoshop.
  7. dsb.

*) Menu Bar milik Photoshop dan aplikasi lain yang berjalan di Mac OS dikendalikan oleh sistem. 

Selengkapnya

Langkah Pengembangan Ide Kreatif

0 comments

Langkah Pengembangan Ide Kreatif

Tak bisa dipungkiri bahwa menciptakan ide yang kreatif bukanlah pekerjaan mudah. Karena proses ini harus melalui seluruh prosedur menuangkan ide tersebut yang bersumber dari otak desainer ke dalam hasil karya akhirnya.

Yang lebih sulit tentunya menjelaskan proses kreatifitas itu di hadapan klien atau manajer proyek, sehingga mereka bisa memahami betapa sulit dan menantangnya profesi sebagai seorang desainer grafis.


Original image by freerangestock.com

Hal tersebut seharusnya tidak menjadi penghalang bagi seorang desainer grafis untuk berkreasi dengan ide yang orisinil dan kreatif, terutama apabila sobat badruzeus melalui beberapa tahapan berikut ini:


1. Belajar

Pembelajaran dan pemahaman yang mendalam tentang dasar-dasar desain yang ingin kita ciptakan adalah awal dimulainya pembentukan ide desain. Pembentukan ide desain dimulai dengan Pemikiran kreatif Anda harus didukung oleh dasar pengetahuan dan kebijaksanaan yang baik mengenai tren dan perkembangan desain. Meskipun ini bukan kondisi yang mutlak diperlukan untuk mencapai kreativitas, tetapi dengan latar belakang yang kuat dari lapangan, Anda akan memiliki gambaran bagaimana mengaplikasikan ide-ide kreatif Anda ke dalam bentuk nyata.


2. Latihan

Dalam sepak bola, seorang Christiano Ronaldo atau Lionel Messi tidaklah serta merta menjadi pemain bola terbaik dunia seperti saat ini. Mereka membutuhkan proses panjang dalam meningkatkan skill mereka mengolah si kulit bundar. Demikian juga dalam dunia desain; latihan penting untuk mempelajari bagaimana melakukan sesuatu dengan benar. Terlepas dari fakta bahwa sebagai desainer, kita merancang dengan tangan sendiri atau menggunakan beberapa perangkat lunak desain, kita harus sepenuhnya terlatih dalam mengoperasikan peralatan tersebut, sehingga tidak mengalami hambatan dalam proses kreatif untuk menghasilkan sebuah desain. Sebagai seorang desainer grafis, pelatihan sangat penting dalam efektif untuk menyelesaikan proyek desain Anda secara efektif.


3. Investigasi

Memperoleh informasi yang cukup mengenai client, termasuk bidang usahanya, jasa yang ditawarkannya, karakter perusahaannya, dan lainnya merupakan proses penting sebelum desainer mulai membayangkan sebuah ide. Kesalahan seorang desainer grafis yang terburuk adalah langsung melompat ke tahap merancang, karena sebenarnya tahap investigasi ini sangat penting untuk menghasilkan ide-ide yang faktual dan relevan. Dalam sebagian besar kasus, Anda akan mendapatkan informasi ini dari client saat ia menjelaskan desainer yang ia inginkan. Tetapi, jika client tidak memberikan informasi yang cukup, maka beban jatuh ke pundak sang desainer sendiri untuk melakukan penyelidikan penuh mengenai hal-hal yang relevan yang dibutuhkan dalam merancang sebuah desain.


4. Pencerahan

Ini merupakan tahap dimana sebuah gagasan kreatif muncul muncul di kepala Anda, yang dapat Anda manfaatkan untuk melengkapi rancangan desain. Pada tahap ini, ide itu tidak sepenuhnya menetas dan perlu “dierami” agar lebih matang. Sebaiknya, Anda mulai mencatat hal-hal kecil dan potongan-potongan pikiran yang mulai bermunculan, agar kemudian dapat disatukan menjadi sebuah rancangan yang utuh.


5. Ideasi

"Ideasi" sebagai akronim dari "Ide Kreatif + Generasi" adalah tahap dimana desainer grafis menghasilkan ide kreatif. Di sini, Anda dapat mulai menyaring potongan-potongan kecil kreativitas yang telah diperoleh pada tahap sebelumnya, dan mengubahnya menjadi sebuah ide desain grafis yang tepat. Proses ini melibatkan kemampuan menganalisa rancangan-rancangan yang mungkin menarik untuk dikerjakan, dan menghilangkannya satu per satu, sampai didapat sebuah ide kreatif yang terbaik.


6. Eksekusi

Satu tahapan lagi yang sangat krusial dan menentukan hasil akhir dari seluruh proses yang telah Anda lewati adalah eksekusi.

Salah satu kesalahpahaman umum dalam dunia desain grafis adalah bahwa, proses kreatif berakhir saat sebuah ide brilian tercetus. Padahal, tanpa pelaksanaan yang tepat, ide sejenius apapun akan gagal dan kerja keras desainer akan sia-sia. Karena itu, tahap eksekusi ini harus dijalankan dengan sangat baik.


Tahap ini melibatkan proses mengubah sketsa ke dalam format digital, menambahkan warna dan efek, serta menguji hasil akhir apabila diaplikasikan ke dalam beberapa media. Dan, setelah mendapat persetujuan akhir dari klien, maka barulah proses desain kreatif dapat dianggap selesai.
 

Memang tidak mudah bukan; dalam menelurkan sebuah ide yang brilian? Maka, jangan patah semangat jika ide brilian tak kunjung menetas dari benak Anda. Coba ditinjau ulang, apakah kita telah melewati semua tahap generasi ide dengan baik?

Semoga Tips tentang Langkah Pengembangan Ide Kreatif ini bermanfaat bagi sobat BadruZeus.


* Credit to www.graphicdesignblog.org
Selengkapnya

Tuesday, August 20, 2013

Mengenal Adobe Illustrator

0 comments

Mengenal Adobe Illustrator

Di sistem operasi Windows kita lebih sering menggunakan aplikasi CorelDRAW untuk urusan desain vektor. Illustrator adalah aplikasi serupa khas Adobe yang menawarkan fitur tak kalah menarik dan lengkap, atau bahkan lebih powerfull dalam urusan desain grafis vektor. Terutama, apabila sebelumnya kita telah mengenal dasar-dasar Photoshop.

An Introduction to Illustrator CC
Original image by freerangestock.com

"Adobe Illustrator adalah program editor grafis vektor terkemuka, dikembangkan dan dipasarkan oleh Adobe Systems. Adobe Illustrator pertama kali dikembangkan oleh Adobe Inc pada bulan Desember 1986, dan mulai dipasarkan pada tahun 1987 sebagai pendamping aplikasi Photoshop." (id/wiki)

Baiklah sobat badruzeus, sebelum mendalami desain vektor menggunakan Illustrator, ada baiknya kita mengenal area kerja dari aplikasi ini terlebih dahulu.

Illustrator's Work Area
Tampilan utama aplikasi Adobe Illustrator
(Klik gambar untuk Memperbesar)

Area kerja dari aplikasi Illustrator pada dasarnya terdiri atas beberapa komponen *) antara lain:
  1. Menu Bar : Berupa barisan yang berisi kontrol untuk berbagai fungsi seperti membuat, membuka, menyimpan file, ekspor dan sebagainya sesuai dengan menu yang ditampilkan.
  2. Artboarts : Adalah area persegi empat yang merupakan tempat untuk membuat dan mengerjakan obyek.
  3. Tool Box : Berisi menu untuk membuat atau menggambar bentuk, memberi pewarnaan, dsb.
  4. Color Pallates : Berisi warna-warna yang dipakai dalam pewarnaan objek di dalam Adobe Illustrator.
  5. Objek Properties : Berisi tentang informasi objek antara lain koordinat objek, rotation, fill, stroke, width, height, dsb.
  6. Layer Properties : Berisi layer-layer dimana objek berada (sama seperti di Potoshop).
  7. Status Bar :  Baris yang menampilkan informasi objek yang sedang dikerjakan, jumlah halaman, dsb.
  8. Scroll Bar : Penggulung area kerja ke kiri-kanan atau atas-bawah.
*) Komponen lainnya dapat diakses dengan mudah melalui menu Window.

Fungsi Tools pada aplikasi Illustrator akan kita bahas pada posting berikutnya.
Selengkapnya

Tuesday, August 13, 2013

Sejarah CorelDRAW

3 comments

Sejarah CorelDRAW

Apa kabar sobat badruzeus? Pada posting pertama kali ini, saya akan sedikit mengupas mengenai sejarah aplikasi pengolah desain vector yang cukup populer di dunia, yaitu; CorelDRAW. Mengapa sejarah? Sesuai dengan apa yang diungkapkan oleh Ir. Soekarno; "JASMERAH" (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah), betul? Yuk, masuk pada topik kita:
History of CorelDRAW
Original image by www.stockvault.net
CorelDRAW adalah software pembuat grafik vector yang dikembangkan dan dipasarkan oleh Corel Corporation di Ottawa, Kanada. Versi terakhir dari CorelDRAW adalah versi X6 atau versi 16 (saat artikel ini dibuat) yang diluncurkan pada tanggal 20 Maret 2012.

CorelDRAW pertama kali dibuat pada tahun 1987. Corel Corporation mempekerjakan teknisi software bernama Michel Bouillon dan Pat Beirne untuk mengembangkan program ilustrasi dasar vector yang nantinya disatukan dengan sistem desktop publishing mereka. Awalnya program CorelDRAW dirilis pada tahun 1989, CorelDRAW versi 1.x dan 2.x yang berjalan pada platform Windows.

CorelDRAW 3.0 dirilis bersamaan dengan Microsoft Windows 3.1. Fakta yang terdapat dalam True Type pada Windows 3.1 merubah CorelDRAW benar-benar menjadi sebuah program ilustrasi yang dapat menggunakan Sitem instalasi lainnya tanpa rekomendasi aplikasi pihak ketiga seperti Adobe Type Manager.


Pendiri CorelDRAW

Dalam perkembangan teknologi yang sangat pesat ini, seni bisa dituangkan dalam bentuk yang bermacam-macam, terutama yang berkaitan dengan grafis. CorelDRAW tentunya sudah tidak asing ditelinga kita saat ini, CorelDRAW adalah software aplikasi pengolah gambar vektor bisa dibilang perangkat lunak untuk membuat gambar vektor, software ini merupakan salah satu produk dari Corel Corporation, perusahaan pembuat perangkat lunak komputer yang didirikan pada tahun 1985 di Ottawa Kanada. CorelDRAW sangat laris dipasaran dan banyak digunakan untuk membuat desain grafis yang bagus, mungkin corel sudah sangat familiar bagi para desainer saat ini. Namun, apakah mereka atau bahkan Anda tahu siapa penemu dari aplikasi tersebut?

Dialah Michael Cowpland yang lahir pada tanggal 23 tahun 1943. Menerima gelar teknik B.Sc dari Imperial College di London. Kemudian pada tahun 1964 pindah ke Kanada dan menyelesaikan pendidikan masternya pada tahun 1968. Ia mendapat gelar Ph.D. dari Universitas Carleton Ottawa pada tahun 1973. Dia adalah salah satu Entrepreneur dari Kanada, businessman, dan pendiri dari Corel.


Dialah cikal bakal yang melakukan Research Laboratory. Perusahaan ini melesat sangat cepat begitu produk CorelDraw muncul di pasaran, dan menjadi perusahaan software terbesar di Kanada.

Jadi, secara terminologi (bahasa) CoReL merupakan akronim dari Cowpland Research Laboratory.
Selengkapnya